Personalthink

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata branding? Kalau bagi saya pribadi, kata branding meninggalkan kesan sebagai sesuatu yang keren dan profesional. Sebaliknya dengan kata pencitraan, yang meninggalkan kesan sebagai suatu sikap munafik dan penuh kepalsuan.

Pada dasarnya personal branding maupun pencitraan adalah upaya membentuk opini lingkungan sekitar untuk mengenal diri kita sebagai apa, siapa, dan bagaimana? Lalu apa sebenarnya perbedaan personal branding dan pencitraan itu?

Personal branding adalah mengangkat keunggulan, keunikan, ataupun kekhasan yang dimiliki seseorang pada dunia sekitar. Keunikan atau keunggulan diri itulah yang akan menjadi pembeda dengan yang lain, dan itu yang secara konsisten terus dikomunikasikan kepada lingkungannya.

Jadi sebelum melakukan personal branding, kita harus mengenali terlebih dahulu apa saja yang menjadi kelebihan dan nilai jual diri kita dengan percaya diri, mulailah tanamkan integritas dan karakter yang kuat sesuai dengan brand yang ingin kita kenalkan. Lakukanlah ini dengan tulus dan jujur, karena menjadi seseorang yang memiliki personal branding artinya menjadi diri kita sendiri.

Media sosial dengan kemampuannya untuk menjangkau khalayak secara luas, adalah sarana yang sangat efektif untuk membantu personal branding seseorang. Maka mulailah memposting hal-hal positif yang akan merefleksikan siapa diri kita, lengkapi dengan porto folio untuk menguatkannya. Misal jika seorang penulis, maka dapat membagikan tulisan-tulisannya. Baik tulisan dari blog pribadi, maupun tulisan yang telah dimuat media. Berbagi informasi tentang buku-buku hasil karyanya, buku bacaan favorit, tips menulis, dan lain-lain.

Sejauh mana keberhasilan personal branding kita, dapat diukur dengan pertanyaan ini;
“Bagaimana kita ingin dikenal orang?”
“Bagaimana orang lain mengenal diri kita?”
Jika jawaban dari kedua pertanyaan tersebut sudah klop, maka personal branding dapat dikatakan sudah cukup berhasil.

Sekarang mari kita membahas tentang pencitraan, sebuah istilah yang saat ini tidak kalah maraknya dengan personal branding. Pencitraan adalah upaya menjadikan diri tampak lebih baik bahkan sempurna, dengan tidak jujur pada diri sendiri. Kesan negatif yang ada pada kata pencitraan, adalah sebagai akibat dari sikap mengada-ada atau lebay yang sering kita temui pada pelakunya. Membohongi diri sendiri tentu akan sangat melelahkan, dan menimbulkan perasaan tidak nyaman. Itu sebabnya kadang kala seseorang yang melakukan pencitraan, akan terlihat lebih kaku dan tidak natural.

Sebenarnya pencitraan pun tidak selalu buruk. Tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari kita juga pernah melakukan pencitraan, walau kecil-kecilan. Pencitraan dapat menjadi awal sebuah personal branding. Dengan melakukan hal-hal positif sebagai upaya personal branding, walaupun diawali oleh sebuah pencitraan, namun jika dilakukan secara terus menerus diharapkan akan menjadi sebuah kebiasaan baik, yang akan menjadi bagian dari diri kita. Lakukanlah sewajar mungkin, walaupun tetap akan diperlukan kekuatan mental yang lebih untuk membangun sesuatu yang baru.

Jika pencitraan tersebut dilakukan dengan tujuan yang baik, dan kita bersungguh-sungguh dalam melakukannya, dengan penuh kesadaran agar menjadi seseorang yang lebih baik, why not?

Advertisements

4 thoughts on “Membandingkan Personal Branding dengan Pencitraan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s