bigbreak

Tentang big break, ini tantangan Odop minggu lalu. Jadi, kenapa baru terselesaikan sekarang?

Sejak minggu lalu saya sudah mencoba untuk menjawab tantangan ini, namun baru menulis beberapa kalimat saja, rasanya sudah mentok untuk melanjutkannya. Dilihat, dibaca, diterawang… masih belum menemukan kalimat yang tepat untuk lanjutan. Sampai akhirnya sepenggal kalimat tersebut hanya dibiarkan bermukim dalam draft saja. Kemudian saya memilih membuat tulisan yang lain. Nah, itu contoh kasus writer’s block. Dan semua penulis pasti pernah merasakannya. Yang menjadi pembeda adalah bagaimana cara menyikapinya.

Sebagian penulis tidak akan rela writer’s block menjadi penghambat produktifitasnya dalam menulis. Mereka biasanya sudah memiliki tips sendiri sebagai penawarnya, sehingga akhirnya berhasil keluar dari masalah writer’s block yang tengah menghadang, dan melanjutkan menulis, walaupun harus dengan membongkar ulang atau bahkan memulai dengan tulisan yang baru. Seperti yang dikatakan Dee, “Untuk menulis dibutuhkan keberanian. Keberanian untuk gagal, dan keberanian untuk mencoba lagi.”

Sedangkan sebagian lagi, secara sadar ataupun tidak, merelakan dirinya disandera oleh writer’s block, sampai berlarut-larut, hingga berhari-hari, berminggu, dan akhirnya bisa mencapai hitungan bulan. Ditambah lagi dengan banyaknya aktifitas sehari-hari yang cukup menyita waktu, tanpa adanya upaya yang berarti dari diri sendiri untuk membangkitkan kembali semangat menulis itu, maka terperangkaplah kita dalam situasi big break. Yaitu berhenti atau istirahat menulis alias tidak produktif menulis dalam waktu cukup lama, biasanya sampai kisaran bulan. Lalu apa namanya jika istirahat menulisnya sampai menahun? konon menurut seorang suhu Odop, itu sudah bukan big break lagi, tapi sudah menjelma menjadi huge break 😱😀

Saat tengah terperangkap dalam situasi big break, biasanya Blog walking menjadi aktifitas pilihan saya untuk mengembalikan gairah menulis. Menikmati tulisan teman-teman blogger, terlebih mereka yang tulisannya sudah memiliki ciri dan kekuatan tersendiri, biasanya cukup efektif untuk gelorakan kembali semangat menulis.

Selain blog walking, membaca buku maupun e book juga cukup efektif untuk menumbuhkan benih ide di kepala, sehingga akan mendorong diri untuk segera mengeksekusinya ke dalam sebuah tulisan.

Bergaul dengan orang-orang yang memiliki kesamaan minat, dalam hal ini menulis, ini pun dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga atau mengobarkan kembali semangat menulis kita. Komunitas Odop salah satunya. Berbagai kegiatan seperti bedah tulisan, sharing seputar dunia kepenulisan, lengkap dengan tantangan mingguannya, cukup berhasil bagi saya untuk keluar dari buaian big break.

Yang terpenting dari semua itu adalah niat di dalam diri kita sendiri. Dalam hal apapun, keberhasilan akan dapat diraih saat kita memiliki niat kuat, dengan diiringi usaha yang nyata. Begitupun dalam menulis.

Salam literasi 🖋

Advertisements