Katamu kau pecinta bangsa, yang kau takut adalah terjadi huru hara. Namun ketika semua berjalan indah sempurna, kau tetap nampak tak bahagia. Kau terus mencari cela. Saat cela tak kau dapat, hatimu kecewa, karena yang terjadi tak sesuai prasangka.

Sejujurnya hati kecilmu berharap prasangkamu kan menjadi nyata, hingga kau pun kan lantang berkata, “Apa kata gua?”

Kurasa karena ini soal rasa, dan hatimu belum merasa. Sebongkah hati yang kelilipan saja, kuyakin dia tidak buta.

Do’aku, semoga hidayah segera menyapa.

#212

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s