lil-sis

Mama pulang dengan membawa makhluk mungil dalam gendongan, seperti saat aku tengah bermain ibu-ibuan bersama boneka kesayangan. Tapi boneka ini nyata, dia menangis tanpa perlu kuputar tombol di punggungnya. Aku bahagia… aku bahagiaaa. Mama papa sudah wujudkan apa yang kuminta.
Kupandangi boneka mungil itu dengan perasaan takjub, kasih sayang seketika memenuhi seluruh ruang hatiku, menatap boneka baruku yang menggemaskan, yang hanya mampu menangis dalam ketakberdayaan. Dan hatiku terpanggil untuk menjadi pahlawan.

Kupandangi diriku di depan cermin, tubuhku sudah semakin tinggi sekarang, sebaris poni bertengger manis menutupi dahi, dengan pipi tembam menghiasi kedua sisi wajahku, hmmm sebenarnya aku kurang menyukai bagian ini, karena kerap menjadi sasaran telunjuk dan jempol orang-orang dewasa yang bertemu denganku, mereka perlakukan aku layaknya seorang batita. Namun kini saatnya kutunjukan pada dunia, aku bukan si bungsu lagi, 5 tahun saja cukup bagiku menyandang label itu. Kini aku sudah memiliki tanggung jawab yang lebih besar, bantu mama menjaga dan melindungi makhluk mungil tak berdaya penghuni baru rumah kami. Aku sudah menyandang pangkat yang lebih tinggi saat ini, aku sudah menjadi seorang teteh.

Waktu berlalu, makluk mungil itu kini telah menjadi teman bermainku. Menemani hari-hariku dengan polahnya yang lucu. Kerinduan senantiasa memenuhi ruang hatiku saat ku jauh darinya. Menghabiskan waktu dengan tertawa bersamanya selalu menjadi salah satu moment favoritku. Menghadiahkan oleh-oleh kecil, membawanya bermain bersama teman-temanku adalah bagian dari caraku untuk menerbitkan tawa di wajahnya. Dan aku selalu mendapati efek paralel dari upayaku itu. Binar bahagia pun kerap kudapati bersinar di wajah mama dan papa. Bahagia, itu pula perasaan yang merayapi sudut- sudut hatiku.

Malang bagi si kecil kesayangan, hanya 8 tahun saja merasakan sejuknya curahan cinta mama tersayang. Kanker telah merenggut satu sandaran kami. Kini hanya satu penopang yang kami miliki, satu penopang sebagai inti untuk menyatukan 4 keping hati yang tengah menangis.

Waktu terus bergulir, dia kini bukan si kecil lagi. Tubuh kami sudah sejajar kini. Banyak hal kami bagi, suka duka kami reguk bersama. Kisah asmara menjadi topik yang mendominasi. Lucunya, kisah yang baru kau alami kerap serasa dejavu. Dejavu dari kisah yang pernah kau dengar dari mulutku. Entah mengapa… seolah kisah yang mampir di telingamu telah kau endapkan di alam bawah sadarmu, untuk menjadi skenario kisahmu berikutnya.

Sebuah sandaran yang kita miliki adalah hati yang penuh dengan cinta, kasih sayang, dan ketulusan, yang telah mengantarkan 4 jiwa melalui fase-fase kehidupannya. Ketulusan, keikhlasan, ketegaran, dalam bentuk kesederhanaan cinta yang penuh makna telah menjadi pondasi kekuatan bertumbuhnya 4 jiwa tanpa rasa kehausan. Alhamdulillah, betapa beruntungnya kita ya dek?

Dan di tahun lalu, adalah saat dimana takdir menghendaki hati yang penuh cinta itu untuk terlepas dari segala beban kehidupan dunia yang fana. Beristirahat dalam tidur panjangnya. Ada rasa perih yang menyayat hati kita, merasa belum cukup bakti padanya.
Kutahu betapa hancurnya hatimu, kehilangan memang selalu menyakitkan. Namun satu hal yang kuyakini, beliau tak kan pernah mau melihat mendung terus bergelayut di hati bungsu kesayangannya. Ada tiga malaikat kecilmu, yang kan senantiasa mewarnai hari-harimu. Menepiskan mendung, dan hadirkan cahaya di sana.

Hari ini, genap bertambah usiamu. Bahagiaku untukmu… untuk pencapaianmu hingga saat ini, sebagai seorang wanita yang telah sempurna, karena Allah memilihmu menjadi salah satu pemegang amanahnya. 3 putra yang senantiasa kau limpahi dengan cinta.

Adik kecilku kini telah menjelma menjadi seorang istri dan ibu dengan hati seluas samudera, dan setegar batu karang. Hiruk pikuk dan problematika kehidupan yang kau lalui telah memberikan banyak pelajaran bagimu, mendewasakanmu, meninggalkan jejak hikmah di setiap langkah hidupmu.

“Selamat ulang tahun sayang, teriring do’aku untukmu, untuk kebahagiaan di sepanjang hidupmu.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s