Ketika dalam masa tumbuh kembang, seseorang yang tidak pernah dilatih, dan diberi kebebasan untuk belajar membuat keputusan, maka dia hanya akan tumbuh dalam bayang-bayang emaknya. Senantiasa berlindung si bawah ketiak emak. Plin plan dan tidak percaya diri menjadi ciri khasnya.

Apa-apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, harus begini harus begitu, harus bicara ini bicara itu, semua harus sesuai dengan kemauan emak. Berani membangkang, ga dapat uang jajan!

Bertumbuh dalam tekanan, membuat nalarnya tidak berkembang, bahkan bisa jadi beku. Kehilangan jati diri itu sudah pasti. Oh, tapi bisa jadi dia bahkan masih belum menemukan jati dirinya. Bagaimana bisa kehilangan? 😕

Anak seperti ini memiliki potensi menjadi atlet, menjadi pelari, ‘lari dari masalah’. Hhhhh mau sampai kapan? kasihan sekali kamu nak.

Mungkin menurutmu, hidup ini akan teramat berat jika tanpa emak di sisimu. Tapi tidakkah tergerak hatimu, untuk sekali saja keluar dari ketiak emakmu? melepaskan diri dari kecutnya aroma yang senantiasa tersuguh untukmu.

Cobalah hirup udara baru, udara nan sejuk yang mungkin akan mampu kembalikan nalarmu, cairkan kebekuanmu. Kebekuan di hati dan pikiranmu.

#411

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Anak Emak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s