Jawaban tantangan ODOP kali ini, saya mencoba membuat review mini novel karya Habiburrahman El Shirazy, Pudarnya Pesona Cleopatra.

Kisah ini menceritakan tentang seorang pria lulusan Mesir, yang terobsesi oleh kecantikan wanita-wanita Mesir yang begitu mempesona, sampai-sampai dia selalu mengatakan jika ada 8 wanita mesir maka ada 16 wanita yang cantik, karena wanita Mesir cantik sampai pada bayangannya. Di lubuk hatinya dia pun berangan-angan untuk dapat memiliki pesona kecantikan wanita Mesir untuk menjadi pendamping hidupnya.

Namun kemudian angan terbentur dengan keinginan ibunda tercinta yang telah menjodohkannya dengan putri sahabatnya, Raihana, seorang gadis Jawa, sarjana yang juga hafal qur’an.
Raihana adalah gadis yang cantik, walaupun usianya 2 tahunnlebih tua, namun wajahnya yang babg face membuat Raihana tetap terlihat lebih muda. Ibunya memang telah memilihkan wanita terbaik untuk menjadi pendamping hidupnya, hingga akhirnya dia pun menerima pernikahan itu walaupun tak ada rasa cinta, karena dia tak ingin mengecewakan dan membuat ibunya bersedih, dengan harapan rasa cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Maka resmilah mereka menikah.

Di minggu pertama dia masih mampu memuliakan Raihana sebagai istrinya, walaupun rasa cinta belum tumbuh di hatinya. Pada bulan ke dua ketika mereka telah pindah ke rumah kontrakan, kehampaan semakin kuat terasa. Memasuki bulan ke empat rasa muak mulai hadir menyusup masuk ke dalam celah – celah hatinya. Tak kuasa lagi dirinya untuk menutupi rasa itu, maka sikap acuh, dingin, dan sinis lah yang senantiasa disuguhkannya pada Raihana.

Pengabdian Raihana yang tulus sebagai seorang istri tak juga meluluhkan hatinya, obsesi dirinya akan kecantikan gadis Mesir telah begitu menguasai dirinya, mengalahkan akal sehat, dan membutakan hatinya. Namun Raihana bergeming, cinta yang tulus pada suaminya menjadikannya tetap tegar bertahan, sebagai istri soleha yang selalu setia dan mengabdi. Hanya kepada AllahbRaihana mengadukan kepedihan hatinya, memintakan kebaikan bagi suami tercinta, dan senantiasa memuliakan suaminya di hadapan seluruh keluarga.

Hingga akhirnya Raihana hamil, namun kehangatanbcinta yang didambakan Raihana dari sosok suami tak kunjung didapat. Hingga kehamilannya menginjak usia 6 bulan, dan Raihana meminta izin untuk tinggal bersama orang tuanya. Jarak yang sangat jauh antara rumah orang tua dan kampus, menjadi tabir alasan dirinya untuk tetap tinggal di kontrakan tanpa menimbulkan kecurigaan dari mertuanya. Raihan hanya meninggalkan pesan untuk mencairkan tabungannya sebagai tambahan biaya persalinannya nanti.

Jauh dari Raihana seaekali menimbulkan rasa kehilangan juga, jika biasanya ada seseorang yang setia melayani dan menyiapkan segala sesuatunya, kini dia harus mengurus segala sesuatunya sendiri. Namun segera ditepisnya perasaan itu, toh selama kuliah di Mesir dulu dia mampu melakukan segalanya sendiri, begitu pikirnya.

Sampai suatu ketika dia mendengar pembicaraan rekan-rekan kerjanya tentang seseorang yang menikah dengan gadis bule cantik pilihan hatinya, sampai dikaruniai seorang anak, namun pernikahannya berakhir tragis karena sangbistri selingkuh saat mereka tinggal di Amerika untuk meneruskan doktornya. Kisah itu cukp mengusik, namun akhirnya berlalu seiring waktu.

Kisah berlanjut dengan dipertemukannya dia dengan Pak Qalyubi saat mengikuti pelatihan selama 10 hari di puncak. Pak Qalyubi adalah seorang dosen bahasa arab lulusan Mesir di Medan. Sehingga mereka banyak bernostalgia tentang Mesir.  Sampai pada kisah Pak Qalyubi tentang pernikahannya dengan seorang wanita Mesir yang cantik mempesona, namun kini sangat dia sesali. Kecantikan istrinya ternyata tidak seiring dengan kecantikan hatinya, sifat istrinya sangat jauh dari sifat seorang istri idaman. Akhirnya pernikahan mereka pun berakhir dengan cara yang menyakitkan bagi Pak Qalyubi.

Kisah Pak Qalyubi telah menyadarkan dari kebutaannya selama ini. Betapa dirinya adalah seorang lelaki yang sangat beruntung memiliki istri seperti Raihana, wanita canyik nan soleha yang selalu siap mengabdi pada suaminya dengan ikhlas dan penuh kesabaran.

Seketika sesal menyeruak memenuhi dada, betapa dzalim apa yang telah dilakukannya selama ini kepada sosok istri yang seharusnya dimuliakan.

Teringat pesan Raihana sesaat sebelum pergi ke rumahorangtuanya, untuk mencairkan tabungan yang ATMnya disimpan di bawah kasur. Usia kehamilan Raihana sudah 8 bulan, artinya sebentar lagi akan melahirkan.

Saat mengambil kartu ATM di bawah kasur, ternyata di sana ada beberapa lembar tulisan Raihana yang berisi curahan hatinya. Kepedihan dan rasa sakit selama menjalani pernikahan dengannya. Namun apa yang dimohonkan, smua hanyalah lebaikan bagi suaminya. Betapa dalam keadaan terluka pun Raihana tetap mencintainya dengan tulus.

Seketika kerinduan pada sang istri menyergap hatinya, penyesalan yang berhias uraian air mata terus membasahi wajahnya. Rasa cinta seketika tumbuh dengan subur memenuhi seluruh sudut hatinya.

Bergegas menuju rumah mertua untuk menjumpai Raihana, rasa sesak di dada yang tak hentinya menggulirkan air mata menemani sepanjang perjalanannya.

Sesampainya di rumah mertua, sang ibu mertua menyambutnya dengan tangisan yang tersedu-sedu. Ada apakah gerangan? Ternyata Raihana, sosok wanita berhati mulia yang senantiasa memuliakannya, yangbsaat ini begitu ingin dihujaninya dengan curahan rasa cinta telah tiada, telah kembali kepada pemiliknya yang sejati, bersama bayi dalam kandungannya sejak satu minggu lalu.

*************

Novel ini sebagai pengingat bagi para lelaki pemuja kecantikan lahiriah. Seperti salah satu penggalan kalimat pesan dalam novel ini ” Di zaman yang edan seperti ini, mencari perempuan soleha lebih sulit daripada mencari perempuan cantik.”

Jadi ingatlah wahai lelaki, terutama yang tengah mencari calon pasangan hidupnya, bahwa kecanyikan lahir semata tidak akan menjamin kebahagiaan dalam berumah tangga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s