Puber ke-2, konon katanya umum terjadi di usia 40 an. Sudah menjadi rahasia umum, kalau kaum adam akan mengalami hal ini. Sepertinya orang tidak heran jika mendengar seorang laki-laki tengah mengalami masa puber ke-2. Istilah puber ke-2 dalam masyarakat lebih dikenal sebagai masa dimana seseorang kembali memimiliki ketertarikan lebih terhadap lawan jenis, lalu bagaiman dengan wanita? apakah wanita mengalami masa puber ke 2 juga?

Menurut pengamatan dan curhatan teman-teman di sekitar, ternyata wanita juga banyak yang mengalami hal ini. Beragam kisah puber ke-2 yang mampir di telinga.. Ada yang berakhir dengan perpisahan, ada pula yang hanya sekedar menjadikannya sebagai hiburan di tengah kejenuhan.

Dalam istilah dunia psikologi fase ini disebut dengan fase dewasa madya. Dimana dalam fase ini mereka sudah masuk dalam usia matang, biasanya mereka membutuhkan tantangan baru dalam kehidupannya. Jadi, tidak melulu fase dewasa madya ini ditandai dengan ketertarikan lebih pada lawan jenis, tantangan ini biasanya berhubungan dengan rasa ketidakpuasan atau apa yang dirasa membuatnya kurang, ini adalah masa pembuktian diri. Pada masa ini seseorang berusaha melakukan pembuktian diri yang belum terbayar sebelumnya.

Misal jika merasa hobinya yang belum terpuaskan, maka ia akan memuaskan hobinya yang belum terpenuhi tersebut. Jika dia belum berhasil memiliki sesuatu yang diimpikannya, maka  dia akan berusaha meraihnya. Yang menjadi masalah adalah ketika ketidakpuasan itu justru dalam hal hubungan bersama pasangan. Inilah yang kemudian memicu banyaknya terjadi masalah dalam perkawinan di masa- masa itu.

Masa puber ke-2 tidak akan berdampak buruk, jika seseorang mampu mengontrolnya dengan baik. Semisal dalam hal perkawinan, selama ke dua belah pihak senantiasa berusaha menjaga komitmen demi keutuhan perkawinan, maka masalah-masalah dalam perkawinan seperti perselingkuhan dapat dihindari.

Masa puber adalah masa pembuktian diri, alangkah eloknya jika di masa puber ini pembuktian diri ditunjukan dalam hal-hal positif.Satu hal yang menarik, di masa usia 40an ini adalah, biasanya minat seseorang akan agamanya meningkat. Di usia ini banyak kita lihat para wanita yang mulai mengenakan hijab, menghadiri kajian,  dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya yang menunjukan upaya seseorang untuk lebih mendekatkan diri pada penciptanya, bentuk komitmen penghambaan diri pada Tuhannya.

Namun keadaan inipun tidak serta merta menjadikan seseorang kebal terhadap ujian yang dihadapinya. Ujian tentulah tak akan luput dari kehidupan kita, tinggal bagaimana diri menyikapinya.

Tak pernah ada sesuatu pun yang sempurna di dunia ini, begitu pula dengan masalah perkawinan dan pasangan kita. Setiap masalah tentu ada solusinya, ujian setiap manusia tidak akan sama, tentulah Allah sudah sedemikian rupa menentukan ujian yang paling sesuai bagi hamba-hambanya. Jika suatu ujian tengah menghampiri kehidupan kita, yakinilah bahwa kita mampu menghadapainya, termasuk ujian dalam perkawinan.

Dengan tetap menyatukan hati, saling menghargai, menjaga komunikasi, menjaga aib keluarga/ pasangan masing-masing, menerima kelebihan dan kekurangan pasangan, untuk kemudian saling mendukung dan mengisi kekurangan tersebut, yang diiringi sikap qanaah, Insyaallah setiap pasangan akan berhasil melalui godaan pada masa-masa puber ke-2 ini.

Advertisements

4 thoughts on “Godaan Puber ke-2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s