meong

Kutatap wajahmu dalam

Ada yang lain di sana, wajah itu kini pancarkan keteduhan

Tiada lagi nyala api yang dulu kerap berpijar

Kini api telah memudar

Tak ada lagi bulir bening yang melukiskan kegalauan

Kini telah berganti senyuman

Tuturmu menggambarkan keikhlasan

Senyummu melukiskan keimanan

Bukan… bukan karena berlalunya kepayahan

Karena kulihat, kau dan kepayahan masih bergandengan

Kepayahan…. yang dulu tak kau ingini

Kepayahan yang dulu kerap kau sesali

Kepayahan itu kini kau syukuri

Tak dinyana, kepayahanmu adalah sebuah bentuk kasih sayang

Kasih sayang Robb mu yang telah dikaruniakan

Kepayahanmu adalah sebuah jalan

Jalan bagi Robb mu untuk limpahkan kenikmatan

Nikmat hidayah yang seluruh hamba begitu rindukan

Bahagiaku untukmu, sahabat tersayang

Advertisements

3 thoughts on “Untuk Sahabat Tersayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s