‘Membantu Anak Menentukan Jurusan Studinya’ demikian tema yang diangkat dalam diskusi Komunitas Sahabat bersama seorang psikolog berwajah imut, Diah Puspasari M. Psi atau lebih dikenal dengan panggilan Kak Ruri. Beliau adalah seorang psikolog yang praktik di Klinik Tumbuh Kembang Indigrow, Rumah Terapi Aura, juga sebagai psikolog dan pengajar di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung.

Tema ini menjadi pilihan, mengingat kerap timbulnya masalah yang diakibatkan oleh pemilihan jurusan yang tidak tepat.

Berikut ringkasan yang saya buat dari materi yang telah disampaikan oleh nara sumber, semoga bermanfaat.

**********

Tidak sedikit orang yang menjalani studinya dengan tidak bergairah, bahkan ada juga yang kemudian berhenti di tengah jalan. Kenapa? karena ternyata jurusan tersebut tidak sesuai dengan dirinya, bukan passionnya. Sungguh disayangkan, karena tentu saja hal itu akan membuang-buang waktu dan biaya.

Masih banyak orang tua maupun anak yang belum memahami faktor-faktor apa saja yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan jurusan pilihan, inilah yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.

Seberapa pentingkah masalah pemilihan jurusan ini berhubungan dengan masa depan seseorang?

Penting, sangat penting!

1. Hal ini menjadi bagian dari langkah awal memasuki masa dewasa yang berhubungan erat dengan tanggung jawab.

2. Ketepatan dalam memilih jurusan akan menjadi cikal bakal bagi seseorang dalam keberhasilan mengembangkan dirinya, hal ini berkaitan erat dengan passion.

3. Pemilihan jurusan juga merupakan langkah awal dalam pencarian jati diri.

Maka ketika seseorang salah dalam memilih jurusan, ini akan dapat memberi pengaruh besar bagi masa depannya.

Apa saja yang menyebabkan seseorang salah dalam memilih jurusan studinya?

1. Keren
Label ‘keren’ di masyarakat untuk profesi-profesi tertentu banyak mempengaruhi seseorang dalam memilih jurusannya. Label keren tersebut tentu saja menimbulkan minat kebanyakan orang untuk kemudian ikut-ikutan memilih jurusan tersebut.

Akan menjadi keren jika memang bakat, minat, maupun passion anak sesuai dengan jurusan keren tersebut. Tapi ketika ternyata tidak sesuai, maka tidak menutup kemungkinan akan muncul konflik di kemudian hari.

2.Teman
Faktor teman adalah salah satu pengaruh yang luar biasa, kekurang pahaman mengenai ragam jurusan studi yang tersedia akibat minimnya informasi, sehingga pada akhirnya mereka memilih jurusan studi hanya karena ikut-ikutan teman. Padahal belum tentu jurusan tersebut sesuai dengan dirinya.

3. Salah Informasi
Informasi yang salah mengenai jurusan studi yang akan dipilih, benar-benar akan menyesatkan. Untuk itu sangat penting menggali informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber, terutama dari mereka yang telah terjun dalam jurusan yang diminati tersebut, karena mereka lebih berkompeten.

4. Orang Tua
Setiap orang tua pasti menginginkan kebaikan untuk anaknya. Namun dengan dalih demi kebaikan, ada juga orang tua yang menjadikan anaknya sebagai kendaraan ambisinya, tanpa  berusaha memahami terlebih dahulu apa bakat, minat, serta keinginan atau cita-cita anak itu sendiri. Ketika jurusan pilihan orang tua sesuai dengan anaknya, maka semua akan berjalan menyenangkan, tetapi bagaimana ketika tidak sesuai dengan hasrat anaknya?

Untuk itu baik orang tua maupun anak perlu menambah wawasan mengenai strategi memilih jurusan studi yang tepat, sehingga tidak akan menemukan banyak hambatan di kemudian hari.

Bagaimana caranya untuk dapat menentukan jurusan studi pilihan yang tepat?

Hal utama yang menjadi syarat agar dapat memilih jurusan yang tepat adalah dengan mengenali diri sendiri (bagi si anak).

  • Kenali kelebihanmu
  • Kenali kelemahanmu
  • Pahami keinginanmu
  • Pahami kebutuhanmu
  • Pahami minatmu
  • Kenali bakatmu

Ambillah selembar kertas, dan persilahkan anak untuk menuliskan semua poin di atas mengenai dirinya.

Mari kita bahas satu per satu!

– Kelebihan dan kelemahan
Setiap orang umumnya akan mengenali kelebihan maupun kelemahan dirinya sendiri, seseorang yang memiliki kelebihan dalam hal daya bayang yang baik mungkin dia akan cocok dengan profesi sebagai arsitek, designer, dsb. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang lemah dalam hal daya bayang maka sebaiknya tidak memilih jurusan-jurusan tersebut.

–  Keinginan
Dalam hal keinginan, tentu saja diri kita sendirilah yang paling mengetahui apa yang menjadi keinginan kita, dan tentu saja dalm hal memilih jurusan, keinginan perlu disesuaikan dengan kelebihan dan kelemahan yang sudah kita kenali tadi.

– Kebutuhan
Apa kebutuhannya sehingga jurusan atau profesi tersebut yang menjadi pilihan? Apakah semata-mata karena uang? misal karena anak tersebut merupakan tulang punggung keluarga maka jurusan yang dipilih adalah jurusan yang akan menghantarkannya menuju profesi idaman yang terkenal berpenghasilan besar.

– Minat
Minat, adalah keinginan atau ketertarikan akan sesuatu, dalam hal ini jurusan studi yang akan berhubungan dengan profesi yang diimpikan.

– Bakat
Bakat adalah gift dari Allah, ini merupakan kemampuan bawaan sejak lahir. Namun bakat inipun biasanya baru benar-benar akan kita ketahui setelah dilakukan.

Minat, ada yang sifatnya hanya imitasi, yaitu hanya meniru dari lingkungan sekitar kita. Misal seseorang berminat menjadi perawat atau dokter karena lingkungan keluarganya yang juga berprofesi demikian. Biasanya jika minat seseorang hanya imitasi, maka bakatnya akan menjadi tidak terlihat.

Bagaimana mendeteksi bakat dan minat seseorang?

  • Mendeteksi bakat dan minat anak bisa dilakukan sejak dini, caranya’ jangan abaikan notifikasi!’ Saat anak-anak masih kecil, mereka biasanya akan menunjukan ketertarikan pada banyak hal, namun akan tampak hasil yang istimewa dalam hal tertentu jika mereka memiliki bakatnya.
    Nah, itu adalah notifikasi yang perlu dicatat dan mendapat perhatian khusus oleh orang tua.Berikan stimulasi dan fasilitasi agar kemampuannya terus berkembang.
  • Keberhasilan yang pernah diraih anak adalah hal penting yang harus mendapat perhatian dari orang tua. Bukan hanya sekedar keberhasilan dalam artian menjadi juara, tetapi juga keberhasilan dalam melakukan/ menciptakan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi pengalaman berharga bagi anak .
    Ini juga bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk mengenali bakat serta minat anak.
  • Mendeteksi bakat dan minat anak juga dapat dilakukan dengan menjalani psikotes, hasil psikotes ini akan memberi gambaran mengenai bakat dan minat, sehingga dapat menjadi rujukan untuk menentukan jurusan studi pilihan.
    Perlu diingat juga, sebelum menjalani psikotes ini sebaiknya seseorang benar-benar dalam kondisi fisik dan mental yang fit dan relax karena ini akan mempengaruhi hasil psikotesnya nanti.

Selain keenam poin di atas, pemilihan jurusan juga sebaiknya disesuaikan dengan tipe kepribadian seseorang.

Menurut teori Holland ada beberapa tipe kepribadian yang akan sangat mempengaruhi atau berkaitan erat dengan karir atau profesi seseorang di masa mendatang.

Berikut 6 tipe kepribadian menurut teori Holland:

1. Artistic

  • Menyukai aktifitas menciptakan segala jenis bentuk seni yang bersifat ambigu, bebas, tidak sistematis, senang menciptakan kreatifitas.
  • Karakteristiknya emosional, imajinatif, intuitif, orisinal, tidak teratur, tidak menyukai sesuatu yang monoton atau berulang.
  • Profesi yang sesuai dengan karakter ini adalah: seniman, arsitektur, desainer, penata rias, artis, penyanyi, pelukis.

2. Enterprising

  • Menyukai aktifitas yang melibatkan manipulasi terhadap orang lain, untuk mencapai tujuan ekonomi atau organisasi.
  • Karakteristiknya menggunakan keterampilan-keterampilan berbicara dalam situasi, dimana ada kesempatan untuk menguasai orang lain atau mempengaruhi orang lain, mudah beradaptasi,  menyenangi tugas-tugas sosial, perhatian yang besar pada kekuasaan dan kepemimpinan, berani mencoba, energik, ambisius, berani tampil, percaya diri.
  • Profesi yang sesuai denga karakter ini adalah: Marketing, wirausaha, penyiar, agen asuransi, sales.

3. Conventional

  • Menyukai aktifitas yang aturannya jelas dan membuat sesuatu menjadi teratur.
  • Karakternya teratur, tidak fleksibel, ulet, kontrol diri, efisiensi.
  • Profesi yang sesuai dengan karakter ini adalah: ahli pajak, keuangan, akuntansi, sekretaris, pustakawan, staf administrasi.

4. Sosial

  • Menyukai aktifitas-aktifitas yang melibatkan orang lain, dengan penekanan pada membantu, mengajar, atau menyediakan bantuan.
  • karakteristiknya kooperatif, penolong, bergaul, persuasif, bersahabat, memahami.
  • Profesi yang sesuai dengan karakter ini adalah: guru, dosen, perawat, dokter, psikolog, pekerja sosial.

5. Investigative

  • Menyukai aktifitas mengamati dan meneliti, sistematik, kreatif terhadap fenomena fisik, biologis, dan kultural.
  • Karakteristiknya hati-hati, analitis, kritis, ingin tahu, mandiri, tertutup, pasif, rasional.
  • Profesi yang sesuai dengan karakter ini adalah: dokter, apoteker, ahli tambang, peneliti, auditor, wartawan, psikolog.

6. Realistic

  • Menyukai aktifitas yang membutuhkan manipulasi objek secara teratur dan sistematik terhadap objek-objek, alat-alat-alat, mesin-mesin, dan binatang.
  • Karakteristiknya praktis
  • Profesi yang sesuai dengan karakter ini adalah: Ahli mesin, fisika, biologi, arsitek.

diskusi-sahabat

Advertisements

2 thoughts on “Membantu Anak Menentukan Jurusan Studinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s