Chika begitu bersemangat hari ini, ya… tentu saja ini adalah hari istimewa buatnya karena sesuatu yang istimewa dan amat dinanti akan didapatkannya.

Chika tidak mau hari ini menjadi rusak karena satu kesalahan kecil saja darinya. Setelah satu minggu penuh perjuangan untuk mendapatkannya, hari ini Chika ingin semua berjalan dengan sempurna.

Mulai urusan bangun tidur, mandi, berpakaian, sarapan, semua Chika lakukan dengan semangat tanpa diselingi nonton tv dahulu seperti biasanya, Chika tidak mau acara tv favoritnya hari ini menjadi cukang lantaran penantiannya menjadi lebih lama.

Hari ini Chika tampak begitu cantik dengan kaos kuning berenda dan rok jeans serta pita merah di rambutnya. Harum cologne aroma buah tercium segar di sela-sela gerakannya. Senandung kecil dari mulutnya melukiskan kebahagiaan di hatinya.

Mata Chika terus mengamati Mama yang masih sibuk dengan piring-piring yang tengah dimandikannya. Dalam hati Chika berdo’a semoga pekerjaan mama memandikan piring-piring dan gelas kotor itu segera tuntas.

Chika mengamati setiap sudut rumah, hmmm tampaknya sapu dan kain pel belum sempat dimainkan mama. Wahhhh bahaya, ini bisa membuat Chika harus menunggu lebih lama lagi, begitu pikir Chika.

Chikapun melangkah menuju tempat sapu yang tengah bersandar, digenggamnya gagang sapu yang tingginya masih mengalahkan tinggi tubuhnya, kemudian kedua tangan kecilnya mulai bekerja sama mengayunkan gagang sapu itu untuk menyingkirkan debu-debu dan kotoran di lantai rumahnya. Chika ingin semua pekerjaan mama segera tuntas, sehingga apa yang dinantikannya akan segera didapatkan.

“Wah Chika rajin bantu mama ya…anak pintar” seru papa bahagia melihat putri kesayangannya tengah berkutat dengan sapu walau tampak sedikit kepayahan.
Hanya deretan gigi putihnya yang Chika tunjukan pada papa. Chika tidak mau papa tahu kalau dia melakukan ini hanya supaya apa yang dinantikannya segera didapat.

“Ok, mama sudah selesai. Chika sudah siap?” Tanya mama sambil menatap Chika.
Dalam hati Chika ingin segera menyimpan sapu yang tengah digenggamnya itu, tapi dia juga malu jika tidak dituntaskannya nanti motif sebenarnya akan ketahuan mama papa, begitu pikir Chika.

“Sudah, nyapunya biar papa yang lanjutkan. Chika bisa pergi sama mama sekarang.” Mata Chikapun berbinar, dia sangat bahagia karena papa seolah mengerti kegalauannya. Serah terima gagang sapupun dilakukan.

Chika berjalan bergandengan tangan bersama mama, menuju salah satu mini market wara laba di jalan utama belakang rumahnya. Sesampainya di sana Chika segera berlari menuju kotak bertutup kaca tebal yang dingin di salah satu sudut tempat itu, serasa menemukan harta karun mata Chika berbinar saat memandangi aneka es krim lezat yang terhampar di dalamnya. Hmmmm es krim….. inilah yang sudah dinanti-nantikan Chika.

“Ma, boleh beli berapa? dua?” tanya Chika pada mama dengan tatapan merayu sambil mengangkat 2 jari tangan kanannya.
“Boleh…. ambil yang Chika mau.” jawab mama sambil tersenyum.
“Yang besar boleh?” mata Chika kembali menatap mama penuh harap.
Mama mengangguk sambil tersenyum.

Horeeee hati Chika bersorak riang. Bibirnya tersenyum, mata bulatnya berbinar. Tangan bocah berusia 5 tahun itu segera mengambil 2 es krim. Satu es krim dengan stik untuk dinikmati di perjalanan pulangnya, satu lagi es krim dalam cup besar untuk dinikmati bersama mama dan papa sambil menonton di rumah nanti.

Ah…. bahagia itu sederhana ya Chika 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s