api-pon-gasibu-14

Hari Jum’at kemarin si bungsu  yang duduk di kelas VII nelpon dari sekolahnya, mengabari kalau hari itu para siswa akan pulang lebih lambat karena diharuskan untuk menyambut iring-iringan pembawa obor PON XIX yang akan tiba di lapangan Gasibu Bandung.

Mendengar itu tentu saja si emak tidak mau ketinggalan untuk turut melihat kemeriahan kirab obar PON XIX. Segeralah si emak pun meluncur menuju TKP untuk jemput si bungsu (cieee modus klasik, jemput…..)

Rupanya perjalanan obor api PON tahun ini merupakan perjalanan terpanjang sepanjang sejarah PON di Indonesia, melalui 27 kota/ kabupaten di Jabar, dan ketika sampai di Lapangan Gasibu obor PON sudah mencapai jarak tempuh 1004,5KM. Sehingga menurut Kang Aher kirab PON XIX ini akan didaftarkan ke MURI untuk mendapatkan rekor.

Gelora Bandung lautan Api (GBLA) menjadi tempat para atlet beradu prestasi dalam ajang kompetisi olahraga bergengsi tingkat nasional ini. Maka setelah bermalam di Lapangan Gasibu keesokan harinya kirab obor PON akan dilanjutkan menuju GBLA.
Sudah bisa dipastikan akan banyak kemacetan di jalanan Bandung pada hari Sabtu.

Dan ternyata hari Sabtu cuaca Bandung bertabur gerimis, sehingga udarapun jadi tirissss….
Namun itu tidak menyurutkan semangat pembawa obor PON XIX, perjalanan terus dilanjutkan…..

Lain cerita dengan saya yang sedikit mengendorkan aktifitas rutinnya, demi mendapatkan lebih banyak kehangatan dari kopi panas dan gorengan.

Kembali ke PON, Pekan Olahraga Nasional yang menjadi acara rutin bagi atlet-atlet berprestasi untuk menunjukkan kemampuannya per 4 tahun sekali, berkompetisi mengharumkan nama daerahnya.

Sportifitas adalah mutlak disini, sehingga baik atlet, wasit, dan seluruh pihak terkait dalam ajang ini wajib menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas ini. Menjalankan tugas dan kewajiban mereka dengan jujur, disiplin, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

PON XIX dibuka dengan begitu meriahnya…. Semoga ini akan diikuti dengan rangkaian laga yang sportif dari para atlet, yang disempurnakan oleh profesionalisme para wasit, dan pihak terkait lainnya  untuk mensukseskan ajang PON XIX ini.
Pancaran nilai- nilai sportifitas dalam ajang bergengsi ini akan menghasilkan kilauan prestasi, dan dihargai secara simbolik dengan wujud piala serta medali.

Namun nilai terpenting sesungguhnya adalah mereka belajar untuk menghargai apa yang telah mereka dan orang lain perjuangkan sehingga kemenangan yang tercipta adalah kemenangan yang murni tanpa dinodai oleh perbuatan yang menghinakan dirinya sendiri, tanpa mendzalimi pesaing yang sesungguhnya adalah kawan seperjuangan yang justru kelebihannya dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran  untuk memotivasi agar melakukan persiapan yang lebih baik demi tercapainya prestasi yang diharapkan.

gs.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s